Bekerja di perusahaan berstatus milik keluarga, kenali karakteristiknya!

Bekerja di perusahaan berstatus milik keluarga, kenali karakteristiknya!

Anda mungkin saat ini bekerja atau pernah memiliki pengalaman bekerja di perusahaan berstatus milik keluarga, berikut beberapa kelebihan dan kekurangan dari struktur organisasi yang terbentuk.

Kekurangannya :

  • Terjadi konflik kepentingan.
    Jika terjadi Konflik antara anggota keluarga dalam perusahaan tersebut, sering sekali tidak saling mengakui kesalahan dan sikap saling tuduh.
    Biasanya konflik yang tidak terselesaikan sering berimbas kepada karyawan yang berada dalam satu organisasi.
  • Penempatan personel tidak sesuai dengan kemampuan yang dimiliki.
    Beberapa jabatan penting yang ada dalam struktur organiasi ini biasanya diduduki oleh anggota keluarga. Terkadang, kemampuan atau bidang keahlian anggota tersebut sering sekali tidak sesuai dengan  jabatan yang ia duduki, kurangnya pemahanan dan kepekaan terhadap tugas, menyebabkan sering terjadi rotasi jabatan. Hal ini tentu  sangat berdampak pada kinerja karyawan, karena hal ini akan berpengaruh terhadap perubahaan struktur organiasi.
  • Sulit melakukan management usaha.
    Didalam organiasi ini, masih sulit menempatkan antara bisnis dan keluarga, keduanya masih sangat kuat untuk saling mempengarhui.


Kelebihannya :

  • Memiliki keleluasan dalam mengambil keputusan.
  • Resiko pengambil alihan oleh pihak lain didalam perusahaan hampir tidak ada, karena generasi pemimpin berikutnya lebih mengutamakan  anggota keluarga. Semisalnya, pemilik perusahaan memutuskan pensiun atau meninggal dunia, maka posisinya digantikan oleh anggota keluarga.
  • Perusahaan yang berstatus milik keluarga biasanya mau mengorbankan keuntungan jangka pendek demi keuntungan jangka panjang.

Proses komunikasi Internal dan eksternal dalam organisasi ini menggunakan komunikasi vertikal dari atasan ke bawahan  (downward communication) dan dari bawahan ke atasan (upward communication), dimana pemimpin (orangtua) memberikan intruksi kepada bawahannya yang terdiri dari anak atau anggota keluarga dengan para pegawai yang berada dalam organisasi, dan bawahannya sebaliknya memberikan feedback atau umpan balik kepada pemimpin perusahaan yang bertindak sebagai pengambil keputusan.

Pada kenyataannya perusahaan keluarga memiliki kontribusi yang sangat strategis terhadap perekonomian Indonesia. Perusahaan audit asal Amerika Serikat, Price Waterhouse Cooper (PwC) melakukan survei mengenai bisnis keluarga di Indonesia. Dari hasil survei tersebut, lebih dari 95 persen perusahaan di Indonesia merupakan bisnis keluarga. Tantangan untuk tetap bertahan ditengah ketatnya persaingan di Indonesia, perusahaan berstatus milik keluarga harus beradaptasi lebih cepat, dengan mengembangkan inovasi dan mengedepankan profesionalisme dalam menjalankan operasional bisnisnya. (df)

Images Source: www.pexels.com